Midterm Exam 2025/2026

Created onDibuat pada
Last updated onTerakhir diperbarui
12 min read12 menit baca
IDperceptronFFNNCNN
ContributorsKontributor
Tim Dosen IF3270Razi Rachman Widyadhana - @zirachwMuhammad Fathur Rizky - @fathurwithyou

UTS IF3270 Pembelajaran Mesin, Semester II 2025-2026. Tanggal 6 April 2026, 11.00-12.40 WIB.

#Link to this headingBagian I: Perceptron

Bobot: 30

#Link to this headingSoal 1: Perceptron SGD

Diberikan data training yang mengandung 3 atribut masukan x1,x2,x3x_1, x_2, x_3 dan 1 atribut keluaran yy.

x1x_1x2x_2x3x_3yy
00.511
10.511
0.500.51
100.51
10.501

Dengan bobot awal w0w_0 s.d w3=(0,0,0,0)w_3 = (0, 0, 0, 0), learning rate η=0.1\eta = 0.1, threshold =0.1= 0.1, max iter =2= 2, tuliskan proses pembelajaran untuk setiap iterasi untuk Perceptron dengan Stochastic Gradient Descent pada tabel. Gunakan 3 angka di belakang koma (maksimum).

Fungsi aktivasi: linear (oi=Σo_i = \Sigma)

Update rule Δwk=η(yioi)xik\Delta w_k = \eta(y_i - o_i)x_{ik}, Error E=E+12(yioi)2E = E + \frac{1}{2}(y_i - o_i)^2 (kumulatif per iterasi)

#Link to this headingSoal 2: Pseudocode Batch Gradient Descent

Lengkapi algoritma pembelajaran Perceptron dengan Batch Gradient Descent menggunakan variabel Δwk,wk,E,xi,yi,oi,η\Delta w_k, w_k, E, x_i, y_i, o_i, \eta.

#Link to this headingBagian II: Feed Forward Neural Network

Bobot: 40

#Link to this headingSoal A: Benar atau Salah

Tentukan pernyataan berikut BENAR atau SALAH, dan tuliskan alasannya. (Nilai 2 per soal)

NoPernyataan
1Fungsi aktivasi pada FFNN adalah fungsi non-linear.
2Konektivitas antar neuron pada FFNN bersifat lokal.
3Nilai total cost pada FFNN dihitung pada fase backward propagation.
4FFNN dapat menangkap fitur spasial dari data input.
5Tujuan pelatihan pada FFNN adalah menghilangkan error.
6Prinsip pelatihan dengan gradient descent adalah strategi pencarian hipotesis dengan menggunakan turunan error.
7Salah satu kondisi berhenti pada algoritma Backpropagation adalah nilai error pada data validasi lebih kecil pada threshold.

#Link to this headingSoal B: Essay

Arsitektur FFNN: 3 input (X1,X2,X3), 2 hidden (H1,H2), 3 output (Y1,Y2,Y3), semua sigmoid
Arsitektur FFNN: 3 input (X1,X2,X3), 2 hidden (H1,H2), 3 output (Y1,Y2,Y3), semua sigmoid

Diberikan vektor input x=[x1,x2,x3]x = [x_1, x_2, x_3] dan target t=[t1,t2,t3]t = [t_1, t_2, t_3]. Pelatihan menggunakan FFNN dengan arsitektur sesuai gambar. Fungsi aktivasi untuk neuron di hidden dan output layer adalah Sigmoid. Fungsi error adalah squared error. Learning rate η=0.5\eta = 0.5.

Penamaan bobot menggunakan format w[tujuan][asal]w_{[\text{tujuan}][\text{asal}]}, contoh w12w_{12} artinya bobot ke output 1 dari hidden 2.

Bobot awal:

  • v1=[2.0,  2.0,  2.0]Tv_1 = [-2.0,\; 2.0,\; -2.0]^T (input ke H1)
  • v2=[1.0,  1.0,  1.0]Tv_2 = [1.0,\; 1.0,\; -1.0]^T (input ke H2)
  • w1=[1.0,  3.5]Tw_1 = [1.0,\; -3.5]^T (H1,H2 ke Y1: w11=1.0,  w12=3.5w_{11}=1.0,\; w_{12}=-3.5)
  • w2=[0.5,  1.2]Tw_2 = [0.5,\; -1.2]^T (H1,H2 ke Y2: w21=0.5,  w22=1.2w_{21}=0.5,\; w_{22}=-1.2)
  • w3=[0.3,  0.6]Tw_3 = [0.3,\; 0.6]^T (H1,H2 ke Y3: w31=0.3,  w32=0.6w_{31}=0.3,\; w_{32}=0.6)
  • Semua bias =0.5= 0.5

Pertanyaan 1 (Nilai 3): Tentukan berapa banyak parameter yang perlu dipelajari berdasarkan arsitektur FFNN pada gambar.

Pertanyaan 2 (Nilai 3): Jika vektor input adalah x=[2.0,  3.0,  1.0]Tx = [2.0,\; 3.0,\; 1.0]^T, tentukan nilai output pada hidden neuron H2.

Pertanyaan 3 (Nilai 3): Lanjutkan soal 2 dengan menghitung nilai output pada output neuron Y2.

Pertanyaan 4 (Nilai 3): Jika output Y=[0.088,  0.407,  0.782]TY = [0.088,\; 0.407,\; 0.782]^T dan target t=[0.58,  0.70,  0.20]Tt = [0.58,\; 0.70,\; 0.20]^T, tentukan nilai total cost.

Pertanyaan 5 (Nilai 6): Lanjutkan soal 4. Tentukan nilai error term di setiap neuron pada output layer.

Pertanyaan 6 (Nilai 3): Jika output pada H2 =0.989= 0.989, tentukan nilai error term di neuron H2 di hidden layer.

Pertanyaan 7 (Nilai 3): Lakukan update bobot untuk w12w_{12}.

#Link to this headingBagian III: Convolutional Neural Network

Bobot: 30

Suatu model CNN dirancang untuk klasifikasi biner dengan arsitektur sebagai berikut.

  • L0: input layer berukuran 3×3×13 \times 3 \times 1
  • L1: hidden layer konvolusi dengan 2 kernel A dan B berukuran 3×33 \times 3, stride =2= 2, padding =1= 1, detektor ReLU, pooling maksimum 2×22 \times 2 tanpa padding (stride =1= 1).

KA=[001010100] (bias 0.5),KB=[100010001] (bias -0.5)K_A = \begin{bmatrix} 0 & 0 & -1 \\ 0 & -1 & 0 \\ -1 & 0 & 0 \end{bmatrix} \text{ (bias 0.5)}, \qquad K_B = \begin{bmatrix} 1 & 0 & 0 \\ 0 & 1 & 0 \\ 0 & 0 & 1 \end{bmatrix} \text{ (bias -0.5)}

  • L2: hidden layer konvolusi dengan 1 kernel C berukuran 2×2×22 \times 2 \times 2. Stride =1= 1, padding =1= 1. Detektor: ReLU. Pooling: maksimum 2×22 \times 2, tanpa padding, stride =1= 1.

Kernel C (bias 0.5) dengan Channel 1 =[1010]= \begin{bmatrix}1&0\\1&0\end{bmatrix} dan Channel 2 =[0101]= \begin{bmatrix}0&1\\0&1\end{bmatrix}

  • L3: satu neuron sigmoid pada output layer (bernama out). Bobot Wi,outW_{i,\text{out}} dari elemen ke-ii flatten vector ke output bernilai 0.30.3 jika ukuran flatten vector ganjil, 0.3-0.3 jika genap.

#Link to this headingSoal 1 (Bobot 5): Ukuran Feature Map L1 dan L2

#Link to this headingSoal 2 (Bobot 10): Jumlah Parameter (shared parameter = True)

#Link to this headingSoal 3 (Bobot 15): Forward Propagation

Data input xx:

x=[111010010]x = \begin{bmatrix}1&1&1\\0&1&0\\0&1&0\end{bmatrix}